Kalau kita sedang jalan-jalan ke kota Semarang, pastinya tidak mungkin melewatkan untuk mampir ke jalan Pandanaran. Kenapa? Karena di sanalah pusat penjualan oleh-oleh khas kota Semarang. Beragam jajanan dan makanan tersedia, salah satu yang kita kenal yaitu bandeng presto. Bandeng presto memiliki kandungan nutrisi: 129 kalori, 20 gram protein, 4,8 gram lemak, 20 miligram kalsium, 150 miligram fosfor, 2 miligram zinc, 150 SI vitamin A, dan 0,05 miligram vitamin B1. Nutrisi tersebut terkandung dalam setiap 100 gram ikan bandeng. Terlihat bahwa ikan bandeng memiliki protein tinggi dan rendah kolesterol. Dimana bila Anda rutin mengonsumsi olahan ikan bandeng presto, Anda akan secara otomatis berdiet untuk mencegah penyakit jantung koroner. Selain mencegah jantung koroner, ikan bandeng juga membantu mencegah arteriosklerosis karena mengandung omega-3. Ikan bandeng atau sering disebut milkfish di luar Indonesia memiliki nama binomial Chanos chanos yang hidup dalam keluarga Chanidae. Bandeng bisa tumbuh besar hingga 1,7 meter walaupun lebih sering ditemukan bandeng dengan panjang 1 meter. Ikan bandeng ini tidak memiliki gigi dan cenderung memakan alga dan hewan invertebrata. Mereka tersebar di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, berkumpul di daerah pesisir dan kepulauan berkarang. Ikan bandeng akan naik ke daerah air payau seperti rawa, muara sungai, dan kadang menuju ke danau untuk bereproduksi. Ikan bandeng merupakan makanan laut yang penting di kawasan Asia Tenggara dan di beberapa kepulauan Pasifik. Karena tulangnya yang lebih banyak, ikan bandeng presto Juwana jamak diolah agar tulangnya mudah dimakan. Mulai dari sinilah tercipta kuliner khas Semarang ini yang sangat populer di seluruh Indonesia bahkan dunia. Sejak diperkenalkan sekitar tahun 70-an, ternyata bandeng presto mendapat sambutan para penggemar ikan. Karena, duri-duri yang ada pada ikan bandeng tidak lagi mengganggu kenikmatan makan. Bahkan sebaliknya, keistimewaan jenis makanan ini, terletak pada kelunakan durinya, hingga menyatu dengan dagingnya.
Sebenarnya sentra industri bandeng presto terdapat di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tapi, mungkin karena kelezatannya itu, makanan ini cepat dikenal luas. Kelezatan bandeng asal Juwana ini bahkan berhasil mendominasi pasar bandeng presto Jawa Tengah, malahan Indonesia. Semarang sebagai kota terbesar di Jawa Tengah yang jaraknya relatif dekat dengan Juwana, menjadi pusat pemasaran bandeng presto. Menurut beberapa pemilik toko di kawasan Pandanaran, Semarang, bandeng presto keluaran Juwana banyak dicari orang. Bahkan saking tenarnya, ada yang memberi label nama daerah itu sebagai salah satu merek Bandeng Presto.
Meski kalah tenar, bukan berarti bandeng produksi Semarang lantas tak punya pamor. Karena kedua jenis makanan itu tetap laris diburu orang, khususnya sebagai oleh-oleh. Harga bandeng presto berkisar Rp25.000-30.000 untuk setiap kilogram, yang biasanya berisi tiga atau empat potong bandeng.
Supaya rasanya enak, ikan bandeng untuk keperluan presto memang sengaja dipanen saat belum besar benar. Ini tak lain untuk menjaga rasa bandeng presto agar gurih. Karena, kalau ikannya terlalu besar, rasa bandengnya menjadi sepa alias tidak gurih.
Bila Anda kebetulan bepergian ke Semarang dan ingin merasakan bandeng presto dari daerah asalnya, silakan mampir di salah satu toko yang berderet di sepanjang Jalan Pandanaran atau Mataram, Semarang. Di sana tersedia bandeng presto, baik yang berasal dari Juwana, maupun Semarang. Biasanya, bandeng presto paling cocok kalau disantap dengan sambal terasi.
Anda pun bisa menjadikan bandeng presto sebagai buah tangan. Tapi, pastikan dulu kepada pemilik toko, berapa lama makanan itu bisa disimpan. Karena, semakin lama disimpan, kegurihannya semakin berkurang.
.jpg)